
Hari Jadi ke-107 Giricahyo, Lurah Supriyono Dorong Pengembangan Agrowisata Argo Kencono
detakIndonesia.online GUNUNGKIDUL,
Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus mendorong pengembangan potensi wisata masyarakat. Salah satu potensi yang tengah dirintis adalah Agrowisata Argo Kencono yang berada di wilayah Kalurahan Giricahyo.
Lurah Giricahyo, Suparyono, mengatakan Agrowisata Argo Kencono masih berada pada tahap rintisan. Meski demikian, keberadaan objek wisata tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata di wilayah Purwosari.
Hal itu disampaikan Suparyono saat ditemui wartawan, Jumat (18/9/2026), usai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-107 Kalurahan Giricahyo yang digelar pada Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, pengembangan potensi wisata tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan perencanaan, penataan, keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki kalurahan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Agrowisata Argo Kencono ini masih dalam tahap rintisan. Kami ingin potensi yang ada dapat dikembangkan secara bertahap, terarah, dan melibatkan masyarakat. Jangan sampai hanya menjadi nama atau potensi di atas kertas, tetapi harus benar-benar bisa memberikan manfaat bagi warga,” jelas Suparyono.
Pengembangan wisata di Giricahyo juga memiliki pijakan administratif. Penetapan desa wisata di wilayah tersebut disebut telah mendapatkan dasar melalui SK Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta pada 2025.
Suparyono menegaskan, status tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pengelolaan potensi wisata sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan kalurahan.
“Dengan adanya penetapan desa wisata, kami berharap seluruh potensi yang dimiliki Giricahyo bisa semakin digali dan dikembangkan. Pemerintah kalurahan tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan masyarakat, tokoh masyarakat, lembaga kalurahan, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan,” katanya.
Peringatan Hari Jadi ke-107 Kalurahan Giricahyo yang dilaksanakan pada 10 September 2026 berlangsung sederhana, namun sarat makna bagi masyarakat.
Rangkaian peringatan hari jadi tersebut dikemas dalam tiga kegiatan utama, yaitu ziarah kubur kepada para pamong dan pejabat kalurahan terdahulu, upacara, serta doa bersama dan kenduri.
Upacara diikuti jajaran pemerintah kalurahan, staf pamong, lembaga kalurahan, serta tokoh masyarakat. Sementara acara doa bersama dan kenduri menjadi puncak kegiatan yang dipusatkan di Balai Kalurahan Giricahyo.
Kegiatan ini turut dihadiri Panewu Purwosari beserta jajaran Forkopimkap, termasuk unsur kepolisian dan Koramil Purwosari.
Bagi pemerintah dan masyarakat Giricahyo, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi sarana untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan pemerintahan dan pembangunan kalurahan.
Memasuki usia ke-107, Yono berharap Giricahyo semakin matang dalam menjalankan pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Usia 107 tahun merupakan perjalanan yang panjang dan sudah cukup matang. Karena itu, ke depan semangat membangun dan bekerja untuk masyarakat harus semakin ditingkatkan. Pemerintahan kalurahan harus berjalan sesuai aturan, tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi, serta tata kerja yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah kalurahan agar bekerja secara profesional dan tidak keluar dari ketentuan yang berlaku.
“Jangan ada pekerjaan yang berjalan semaunya atau keluar dari mekanisme. Semua harus berdasarkan aturan, standar operasional prosedur, struktur organisasi dan tata kerja pemerintahan. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” lanjut Suparyono.
Kaur Tatalaksana Kalurahan Giricahyo, Sidik, mengatakan kegiatan ziarah kubur dalam rangka Hari Jadi ke-107 berlangsung lancar dan menjadi bagian penting untuk mengenang para pendahulu pemerintahan kalurahan.
Hal senada disampaikan Carik Giricahyo, Supriyanto. Ia mengatakan seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-107 berjalan lancar sesuai dengan agenda dan mekanisme yang telah ditetapkan.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Mulai dari ziarah, upacara hingga doa bersama dan kenduri dapat terlaksana sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Ini menjadi momentum bersama untuk mengenang para pendahulu sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Giricahyo,” lugasnya.
Dengan momentum Hari Jadi ke-107, Pemerintah Kalurahan Giricahyo berharap pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat ke depan semakin terarah. Di sisi lain, pengembangan potensi wisata, termasuk Agrowisata Argo Kencono, diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kalurahan Giricahyo sebagai salah satu wilayah wisata di Kapanewon Purwosari, Gunungkidul. (Sabar MD).








