
Kasmanto Nomor Urut 3: Kerja Keras untuk Kalitekuk, Pembangunan Merata hingga Pelosok
detakindonesia.online GUNUNGKIDUL
Dinamika Pemilihan Lurah (Pilurah) Kalurahan Kalitekuk, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, DIY, semakin menghangat. Salah satu kandidat yang membawa agenda perubahan berbasis kebutuhan warga adalah Kasmanto, 53 tahun, warga asli Padukuhan Klampok yang resmi ditetapkan sebagai Calon Lurah Nomor Urut 3.
Kasmanto menawarkan gagasan sederhana namun tegas: kerja keras, pelayanan nyata, dan pembangunan yang dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali.
Bagi Kasmanto, pencalonan bukan sekadar pertarungan mendapatkan jabatan. Ia mengaku terdorong oleh keinginan untuk membangun tanah kelahirannya berdasarkan persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.
“Saya lahir, besar, dan hidup di Kalitekuk. Saya melihat langsung persoalan warga. Infrastruktur, kebutuhan air, hingga lapangan kerja bagi anak muda harus mendapat perhatian. Kalau bukan kita yang membangun desa sendiri, siapa lagi?” ujar Kasmanto.
Kasmanto memaknai nomor urut 3 sebagai simbol kerja keras dan kebersamaan. Baginya, pembangunan Kalitekuk tidak mungkin hanya bertumpu pada pemerintah kalurahan.
Tiga pilar yang menjadi landasan gagasannya adalah pemerintah, warga, dan pemuda. Ketiganya harus berjalan bersama agar pembangunan tidak berhenti pada program administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Saya tidak menjanjikan sesuatu yang muluk. Saya hanya menawarkan kerja keras. Kerja keras membangun infrastruktur, menggerakkan ekonomi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” tegasnya.
Pertama, penguatan ekonomi warga.
Kasmanto mendorong UMKM agar tidak berhenti pada usaha bertahan hidup, tetapi berkembang melalui pelatihan, pendampingan, pemasaran digital, serta perluasan akses pasar.
Sektor pertanian dan peternakan juga menjadi perhatian melalui penguatan bibit, sarana produksi, pendampingan dan akses pemasaran.
Kedua, pembangunan infrastruktur secara merata.
Perbaikan jalan antarpadukuhan dan jalan usaha tani menjadi prioritas. Kasmanto menegaskan pembangunan harus menjangkau seluruh wilayah Kalitekuk, termasuk kawasan pelosok.
Penerangan jalan juga dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan mobilitas masyarakat pada malam hari.
Ketiga, pelayanan publik dan sosial yang cepat serta transparan.
Kasmanto menggagas pelayanan administrasi yang sederhana dengan target surat pelayanan dapat diselesaikan dalam satu hari sepanjang persyaratan terpenuhi.
Transparansi penggunaan dana kalurahan, pelayanan yang ramah, dukungan transportasi kesehatan melalui ambulans desa, serta penguatan akses masyarakat terhadap layanan BPJS menjadi bagian dari agenda pelayanan sosial.
Di sisi lain, semangat guyub rukun akan diperkuat melalui pengaktifan kembali kerja bakti dan kegiatan sosial, pemberian ruang lebih luas bagi Karang Taruna dan PKK, serta pelestarian kesenian dan budaya lokal.
Kasmanto menyadari Pilurah merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memutus hubungan sosial.
“Beda pilihan itu biasa. Yang penting setelah pemilihan kita tetap seduluran. Mari kita jaga Kalitekuk tetap guyub dan bersama-sama membangun kalurahan ini agar lebih maju dan sejahtera,” pesannya.
Dengan mengusung kerja keras, kejujuran, pelayanan dan pembangunan merata, Kasmanto menempatkan pencalonannya sebagai tawaran perubahan yang berangkat dari kebutuhan warga.
Nomor Urut 3 menjadi simbol dari satu pesan utama: lebih sedikit bicara, lebih banyak bekerja untuk Kalitekuk.
Sabar MD








