
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Puncak HKG PKK ke-54, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
detakindonesia.onoine YOGYAKARTA
Acara Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang berlangsung di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kantor Kepatihan/Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (24/8/2026). Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., didampingi Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 PD IV/Diponegoro Ny. Dietha Yuniar, hadir dalam kegiatan yang membawa tema Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.
Kehadiran jajaran TNI dalam momentum ini menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat di wilayah DIY.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan instansi di lingkungan DIY. Di antaranya Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo, serta Kepala OJK DIY Eko Yunianto.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menegaskan bahwa PKK tidak boleh berhenti pada pelaksanaan kegiatan seremonial. Menurutnya, kekuatan utama PKK justru berada pada kemampuan kader menjangkau keluarga secara langsung hingga tingkat akar rumput.
“PKK bukan sekadar melangsungkan kegiatan, melainkan penggerak utama di tingkat akar rumput. Kekuatan PKK terletak pada kedekatannya dengan keluarga melalui kader Dasawisma,” tegas Hemas.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, kader PKK dituntut mampu menjadi penggerak, pendamping sekaligus penghubung antara keluarga dengan berbagai program pemerintah.
“Kita harus memastikan program pembangunan tepat sasaran dan memperkuat ketahanan keluarga yang sehat, mandiri, serta terlindungi,” lanjutnya.
Penegasan ini menjadi penting di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks. Ketahanan keluarga dinilai tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi, tetapi juga kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, kemandirian, hingga kemampuan keluarga menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
Sambutan Gubernur DIY yang dibacakan Wakil Gubernur DIY K.G.P.A.A. Paku Alam X menyoroti makna penting dari tema “Kesatuan Gerak” dalam perjalanan gerakan PKK. Keberhasilan PKK, menurutnya, tidak semata-mata dapat dilihat dari banyaknya program atau kegiatan yang dilaksanakan. Ukuran utamanya adalah sejauh mana program tersebut memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar gerakan PKK semakin berorientasi pada hasil. Setiap program diharapkan memiliki dampak yang terukur terhadap peningkatan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat.
Dengan demikian, 10 Program Pokok PKK tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di tengah masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
HKG PKK ke-54 juga diisi sejumlah agenda strategis. Salah satunya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara TP PKK DIY dan PDPI Cabang DIY dalam bidang kesehatan. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas sinergi dalam mendukung peningkatan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh GKR Hemas, penyerahan hadiah lomba Storytelling dan Read Aloud, serta webinar dengan Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, Produktif, dan Sejahtera. Webinar menghadirkan Prof. Dr. Christin Wibhowo, M.Si., Psi., sebagai narasumber, dengan fokus pada penguatan perhatian terhadap kelompok lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Kehadiran Danrem 072/Pamungkas bersama Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 PD IV/Diponegoro dalam acara tersebut menegaskan komitmen TNI untuk terus membangun sinergi dengan berbagai elemen pemerintahan dan organisasi masyarakat, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan keluarga.
Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan sosial dari tingkat keluarga. Sebab, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, mandiri, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Momentum ini, kolaborasi antara PKK, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia kesehatan, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin solid. Dengan semangat “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045,” gerakan PKK DIY diarahkan semakin dekat dengan keluarga, semakin responsif terhadap persoalan masyarakat, dan semakin kuat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Penrem 072/Pamungkas)
SMD








