
Anwar Bawa Gerakan Perubahan, Bidik Jurang Jero Unggul Bermartabat: Pembangunan harus Rata hingga ke 8 Padukuhan
detakindonesia.online GUNUNGKIDUL
Menjelang pesta demokrasi tingkat kalurahan, dinamika politik masyarakat mulai menghangat di Kalurahan Jurang Jero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah figur mulai mencuat dan menawarkan gagasan untuk membawa perubahan bagi masyarakat dalam lima tahun ke depan.
Salah satu nama yang mendapat perhatian warga adalah Anwar (48), warga Padukuhan Nologaten RT 02/03. Berbekal pengalaman sebagai tokoh masyarakat, tokoh agama sekaligus pengusaha, Anwar menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Lurah Jurang Jero.
Bagi masyarakat setempat, Anwar bukan sosok yang asing. Aktivitas sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari kesehariannya. Mulai dari gotong royong, ronda, hingga berbagai persoalan sosial warga, ia mengaku berupaya hadir dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
Mengusung gerakan perubahan, Anwar menawarkan visi untuk menjadikan Jurang Jero sebagai kalurahan yang unggul dan bermartabat dengan bertumpu pada kekuatan gotong royong.
“Visi saya sederhana. Mengawal program pemerintah agar benar-benar menyasar kepada warga yang memiliki hak. Jangan sampai ada padukuhan yang tertinggal,” tegas Anwar saat ditemui tim media di kediamannya, Padukuhan Nologaten, Selasa (12/8/2026).
Anwar menilai pembangunan kalurahan tidak cukup hanya mengandalkan program internal pemerintahan kalurahan. Menurutnya, diperlukan kemampuan membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah di berbagai tingkatan agar peluang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat semakin terbuka.
Ia ingin potensi dukungan program pemerintah dapat dimaksimalkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di delapan padukuhan yang berada di Kalurahan Jurang Jero.
“Saya ingin setiap padukuhan merasakan pembangunan yang sama. Jalan, irigasi, kesehatan sampai pemberdayaan ekonomi. Tidak boleh ada yang berjalan di tempat,” ujarnya.
Menurut Anwar, pemerataan pembangunan harus menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintahan kalurahan. Karena itu, setiap usulan dan kebutuhan masyarakat, kata dia, harus dipetakan secara proporsional agar kebijakan pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu.
Pemerintahan Terbuka, Warga Dilibatkan
Dalam konsep kepemimpinannya, Anwar menempatkan gotong royong dan musyawarah mufakat sebagai fondasi pemerintahan.
Ia menginginkan hubungan antara lurah, perangkat kalurahan, dukuh, RT/RW hingga masyarakat tidak berjalan secara berjarak. Menurutnya, pembangunan akan sulit mencapai hasil maksimal apabila seluruh unsur masyarakat tidak bergerak dalam satu arah.
“Tidak ada lurah tanpa perangkat dan tidak ada perangkat tanpa RT/RW. Saya akan perkuat kerja sama dari atas sampai bawah. Semua harus satu komando,” kata Anwar.
Ia juga membawa prinsip “eling lan waspodo” sebagai landasan dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Baginya, pemerintahan yang kuat bukan pemerintahan yang hanya bekerja dari balik meja, melainkan pemerintahan yang mampu mendengar, memahami dan merespons kebutuhan warga.
Karena itu, setiap kebijakan strategis, menurut Anwar, harus dibangun melalui komunikasi dan musyawarah sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi sekaligus ikut bertanggung jawab terhadap hasil pembangunan.
“Saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan warga. Kalau diberi kepercayaan, saya siap mengabdi 24 jam untuk Jurang Jero,” tegasnya.
Untuk menerjemahkan visi tersebut, Anwar membawa empat misi utama yang menjadi arah perjuangannya apabila mendapat kepercayaan masyarakat.
● Menciptakan pemerintahan kalurahan yang baik, bersih, terbuka dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
● Memperkuat pemberdayaan lembaga kalurahan dan masyarakat dengan prinsip membangun bersama, bukan membangun untuk segelintir kelompok.
● Meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat Jurang Jero semakin mandiri, produktif dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.
● Menciptakan kehidupan sosial masyarakat yang kompak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Bagi Anwar, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia.
Infrastruktur yang baik, menurutnya, harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat. Dengan latar belakang sebagai tokoh masyarakat dan pengalaman berinteraksi langsung dengan warga.
Anwar berharap pencalonannya tidak sekadar menjadi kontestasi politik, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat Jurang Jero. Ia pun mengajak masyarakat menjaga pesta demokrasi kalurahan agar tetap berlangsung dalam suasana guyub, dewasa dan penuh persaudaraan.
“Saya mohon doa restu. Mari kita bangun Jurang Jero bersama. Lebih maju, lebih sejahtera dan lebih guyub,” pungkasnya.
Kalurahan Jurang Jero sendiri memiliki delapan padukuhan dengan jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) sekitar 3.800 jiwa. Angka tersebut menjadi gambaran besarnya partisipasi masyarakat yang akan menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan Jurang Jero untuk periode lima tahun mendatang.
Profil Singkat Anwar
● Nama : Anwar
● Usia. : 48 tahun
● Alamat. : Padukuhan Nologaten RT 02/03, Kalurahan Jurang Jero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul.
● Latar belakang : Tokoh masyarakat, tokoh agama dan pengusaha
● Jumlah padukuhan : 8
DPS: ±3.800 jiwa.
Membawa Gerakan Perubahan untuk Mewujudkan Jurang Jero sebagai Kalurahan Unggul dan Bermartabat Berlandaskan Semangat Gotong Royong.








