
Jelang HUT RI ke-81, Camat Benda Perkuat Ketahanan Lingkungan Lewat Gotong Royong
detakindonesia.online TANGERANG,
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Tangerang melalui Kecamatan Benda memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Gerakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jumat Asri, berupa kerja bakti, penanaman pohon, serta pengecatan kanstin di wilayah Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman SDN Jurumudi Baru dan Kampung Rawa Bamban. Sementara pengecatan kanstin dilakukan sepanjang Jalan Husein Sastranegara. Jumat Asri ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur pemerintah, masyarakat, RT/RW, pelajar, Pramuka Kecamatan Benda, Pokja FKTS, hingga unsur TNI-Polri.
Camat Benda Saipul Ulum, S.IP., mengatakan Jumat Asri merupakan agenda rutin mingguan yang menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Jumat Asri ini merupakan kegiatan rutin mingguan di Kecamatan Benda. Kali ini dilaksanakan di Kelurahan Jurumudi Baru dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Tujuannya mempertahankan budaya gotong royong sebagai warisan leluhur sekaligus menjaga fasilitas umum yang ada di wilayah,” ujar Ulum.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan. Pemerintah Kecamatan Benda juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak 55 pohon serta memperindah lingkungan melalui pengecatan kanstin.
“Selain bersih-bersih lingkungan, kami juga melakukan penanaman sebanyak 55 pohon dan pengecatan kanstin,” katanya.
Ulum menegaskan, menjaga kualitas lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat sangat menentukan keberlanjutan program lingkungan di tengah perkembangan kawasan perkotaan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan kerja bakti, penghijauan, pemilahan sampah, serta pemeliharaan drainase sebagai kebiasaan bersama.
“Mari kita jadikan kerja bakti dan penanaman pohon sebagai budaya bersama. Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, serta menjaga kebersihan saluran drainase. Dari tindakan kecil tersebut akan lahir perubahan besar bagi masa depan lingkungan kita.”jelasnya
Program penghijauan di Kecamatan Benda dinilai memiliki arti penting bagi lingkungan perkotaan. Penanaman pohon bukan sekadar menambah vegetasi, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat daya dukung lingkungan di tengah kepadatan permukiman, aktivitas transportasi, dan perubahan tata guna lahan.
Keberadaan vegetasi dapat membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menangkap sebagian partikulat udara, sekaligus memberikan efek peneduh yang membantu menciptakan kondisi mikroklimat yang lebih nyaman.
Sistem perakaran pohon juga berperan dalam meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Karena itu, keberhasilan penghijauan tidak cukup hanya dihitung dari jumlah pohon yang ditanam.
Lebih penting dari itu adalah memastikan tanaman dapat tumbuh, memperoleh ruang yang memadai, dirawat secara berkelanjutan, serta mendapat dukungan masyarakat.
“Kerja bakti bukan hanya persoalan membersihkan lingkungan. Di dalamnya ada nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Fasilitas umum yang kita gunakan bersama juga harus kita jaga bersama,” tegas Ulum.
Lebih lanjut Ulum menilai keterlibatan lintas sektor dalam Jumat Asri menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.

Masyarakatnya pun harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayahnya. Pemerintah, masyarakat, unsur pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga TNI-Polri memiliki peran yang saling melengkapi. Budaya gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dipertahankan, namun diterapkan sesuai dengan tantangan masyarakat perkotaan saat ini.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Pemerintah Kota Tangerang dalam mendorong masyarakat di 13 kecamatan agar semakin aktif menjaga kebersihan, penghijauan, drainase, pengelolaan sampah, serta fasilitas publik.
Ulum berharap masyarakat Kecamatan Benda terus diberikan kesehatan dan keberkahan sehingga dapat konsisten berkontribusi dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.
“Semoga Kecamatan Benda mampu menjadi contoh kawasan perkotaan yang bersih, hijau, sehat, tangguh terhadap perubahan iklim, serta berorientasi pada pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Gerakan ini menjadi investasi ekologis dan sosial untuk memastikan ruang hidup masyarakat tetap bersih, hijau, sehat, dan nyaman. Penanaman pohon bukan titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab bersama.
Tantangan berikutnya adalah memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dan terawat, ruang publik tetap bersih, drainase tidak tersumbat, serta budaya gotong royong tetap hidup di tengah pesatnya perkembangan perkotaan.
Sebab, keberhasilan pembangunan kota tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, melainkan dari keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sebagai fondasi kehidupan bagi generasi hari ini dan masa depan.
@sachrudin_srd Emaryono_hs
@hermansuwarman 6sulum805
#KotaTangerang #BersamaMelayani #TangerangAyo
#BersamaMembangunKota #BendaJuwara
Rohim








